Influenza adalah sebuah virus – paket protein dan DNA yang tidak cukup kapasitas untuk bereproduksi sendiri–. Virus ini menginfeksi sebuah sel, membajak permesinan didalamnya dan menggunakannya untuk menggandakan diri. Virus berkembang biak sehingga ada begitu banyak salinannya yang membuat sel meledak dan koloninya tumpah ke mana-mana, termasuk menyebar ke sel-sel yang masih sehat. Virus flu dari babi {H1N1}, sama dengan virua flu dari burung {H5N1}, tergolong pada tipe A virus influenza. manusia, kuda, anjing laut, dan paus juga bisa terinfeksi virus flu tipe ini. Sebagai catatan saja, saat ini ada tiga subtipe yang paling banyak bersirkulasi dalam tubuh manusia, termasuk H1N1.
Virus influenza tipe A dan B {Cuma bersirkulasi diantara manusia} dikarakterkan ke dalam varian genetik yang di sebut ”strain atau turunan”. Turunan baru terus tumbuh secara konstan menggantikan turunan-turunan yang sudah lama. Jadi, ketika tubuh mungkin sudah membangun resistensi terhadap sebuah turunan, turunan yang lebih baru bisa jadi mampu menyusup dan menyiasatinya. Dari sini, epidemi –tingkat insiden penyakit yang cukup tinggi di sebuah area atau populasi– dan pandemi penyebaran penyakit secara geografi atau global– bisa menyusul. Kekhawatiran itu kini sedang melanda dunia dari flu babi. Seperti virus flu tipe A lainnya, virus flu babi umumnya menyebar menumpang lewat ludah yang terempas ke udara bebas gara-gara batuk atau bersin. Pencegahan cuma bisa dilakukan dengan menutup mulut dan hidung ketika batuk atau bersin. Cuci tangan sesering mungkin dan membuang kertas tisu segera setelah pakai jangan digunakan untuk menyeka bagian wajah yang lain juga bisa membantu. Ketua labolatorium flu burung universitas airlangga surabaya Choirul Anwar Nidom meminta masyarakat tidak meremehkan gejala influenza.” kata nidom. Menurut nidom, virus flu babi yang mewabah di meksiko merupakan gabungan virus-virus lemah yang ada di tubuh babi. penggabungan secara sempurna yang dilakukan oleh babi meksiko inilah yang lantas menjadikan virus baru bernama flu babi tersebut. ” semua ilmuan kaget dengan meksiko ini,” katanya sambil menambahkan, virus flu babi bisa lebih ganas daripada flu burung dalam urusan kecepatan menyebabkan kematian. Beruntung, dari hasil penelitian yang dilakukannya, saat ini belum di temukan babi lokal indonesia yang membawa virus seperti virus flu babi di meksiko. (Rohman Taufiq, koran tempo, Rabu 29 April 2009)
Saran penggunaan propolis diamond (PD)
Penanganan paling baik adalah di saat belum terjangkit virus flu, yaitu dengan cara mengkonsumsi rutin PD 5 tetes 2 kali sehari, apabila di suatu area tempat tinggal sudah terdapat anggota masyarakat yang terjangkit penyakit yang mudah meyebar. Baik flu burung, flu babi, demam berdarah, maupun yang lainnya sebaiknya anggota masyarakat yang sehat ditempat tersebut segera minum Propolis Diamond minimal 5 tetes 3 kali sehari, hingga dipastikan masalah penyakit tersebut benar-benar sudah bisa diatasi.
Adapun penanganan bagi yang sudah terkena penyakit flu, baik influenza, flu burung, flu babi dan demam berdarah disarankan sebagai berikut:
Pasien anak-anak, ibu hamil dan manula: Minum Propolis Diamond minimal 3 tetes dicampur dengan sarikurma, atau madu setiap 1 jam sekali.
Pasien Dewasa : Minum Propolis Diamond minimal 5 tetes dicampur dengan sarikurma, atau madu setiap 1 jam sekali.
Sumber : Rokhim www.propolisdiamond.com

Categories
Tag Cloud
Blog RSS
Comments RSS
Last 50 Posts
Back
Back
Back
Void « Default
Life
Earth
Wind
Water
Fire
Light 